"Kalau kredit masih ada room (ruang penurunan)," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Pullman Hotel Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).
Besarnya penurunan kata dia, bisa sekitar 50 basis poin atau sekitar 0,5% dari posisi saat ini. Saat ini Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) atau prime lending rate Bank Mandiri berada di posisi 9,95% untuk kredit korporasi, 9,95% untuk kredit ritel, 18,75% untuk kredit mikro, 10,25% untuk KPR, dan 12,25% untuk non-KPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait peluang penurunan bunga kredit tersebut, lanjut dia, dimungkinkan lantaran dana pihak ketiga yang berasal dari dana tabungan nasabah yang dikelola bank terus tumbuh.
Di sisi lain, penyaluran kredit masih tergolong lambat. Padahal, bank harus menanggung biaya dana alias cost of fund untuk mengelola besarnya dana nasabah tersebut.
Sehingga, butuh stimulus bagi masyarakat agar mau menarik kredit baru, salah satunya dengan cara menurunkan suku bunga kredit.
"karena kan kita kan pertumbuhan di saving (tabungan) masih besar, deposito stagnan tapi cost of fund masih tumbuh. Kita kalau keseluruhan ini terus menyesuaikan suku bunga supaya nasabah mendapatkan benefit penurunan bunga ini," tambah Tiko. (ara/dna)











































