Follow detikFinance
Jumat 11 Aug 2017, 14:25 WIB

Penjualan Properti di Kuartal II-2017 Merosot, Ekonomi Lesu?

Maikel Jefriando - detikFinance
Penjualan Properti di Kuartal II-2017 Merosot, Ekonomi Lesu? Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Penjualan properti residensial makin merosot tajam. Survei Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan 3,61% (qtq) pada kuartal II-2017, melambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 4,16% (qtq).

Demikianlah hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) yang dikutip detikFinance, Jumat (11/8/2017).

Berdasarkan data BI, perlambatan sudah terjadi sejak kuartal IV-2014 yang tadinya mencapai double digit. Kemudian terus turun ke posisi 4,02% pada kuartal II-2016, 4,16% pada kuartal I-2017 dan 3,61% pada posisi sekarang.

Indikasi perlambatan penjualan properti, terlihat dari perlambatan pertumbuhan penyaluran KPR dan KPA pada kuartal II-2017. Dengan catatan Rp 377,3 triliun atau hanya meningkat 0,55% (qtq) dan dibandingkan tahun sebelumnya melambat 1,84%.

Apakah merosotnya penjualan properti ini menjadi indikasi ekonomi lesu? BI menyatakan, faktor utama penyebab rendahnya pertumbuhan kegiatan properti ini menurut sebagian besar responden adalah, suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) di perbankan yang masih tinggi. Sehingga mempengaruhi permintaan masyarakat terhadap rumah hunian.

Penjualan Properti di Kuartal II-2017 Merosot, Ekonomi Lesu?Foto: Dok. BI

Sementara itu indeks Harga Properti Residensial triwulan II-2017 yang tumbuh sebesar 1,18% (qtq), turun dari 1,23% (qtq) pada triwulan sebelumnya.

Kenaikan harga rumah terjadi pada semua tipe rumah, terutama tipe kecil, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Jabodebek dan Banten. Peningkatan harga rumah terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan biaya perizinan. (mkj/dnl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed