Neloe Jadi Tersangka, Saham Bank Mandiri Justru Melonjak
Kamis, 12 Mei 2005 10:29 WIB
Jakarta - Penetapan Dirut Bank Mandiri ECW Neloe sebagai tersangka ternyata justru berdampak positif pada harga sahamnya. Saham Bank Mandiri justru rebound setelah sempat terpuruk akibat didera kasus kredit macet. Pelaku pasar justru semakin mantap karena adanya kepastian soal penanganan kasus ini. "Keputusan yang cepat ini justru memberi sentimen positif. Harga sahamnya justru mestinya rebound," kata analis pasar modal Haryajid Ramelan kepada detikcom, Kamis (12/5/2005).Pada pukul 10.00 WIB, saham Bank Mandiri justru rebound ke level Rp 1.690, bahkan sempat mencapai level tertinggi di Rp 1.700. Padahal saham Bank Mandiri pada perdagangan kemarin sempat merosot Rp 40 menjadi Rp 1.660. Haryajid menilai, harga saham Bank Mandiri yang realistis adalah pada kisaran Rp 1.800-1.900. Menurut Haryajid, keputusan soal penanganan kasus ini memang ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar. Dan dengan penanganan kasus yang cepat serta kinerja yang tidak terpengaruh, maka diyakini saham Bank Mandiri akan tetap menjadi primadona.Haryajid menilai prospek saham Bank Mandiri ke depan masih tetap baik di tengah kinerja perbankan di Indonesia yang memang saat ini tengah booming. Ia memperkirakan kasus Bank Mandiri yang sempat merontokkan saham Bank Mandiri pada awal tahun, akan bisa pulih hingga akhir tahun nanti.Selain itu, membaiknya saham Bank Mandiri ke depan, juga didukung oleh saham-saham BUMN yang kini tengah menjadi primadona pasar karena selalu membagikan dividen dalam jumlah besar. Namun Haryajid menambahkan bahwa kenaikan harga saham ini bisa juga karena adanya upaya untuk menahan kemerosotan harga saham. Upaya itu kemungkinan bisa dilakukan dari internal Bank Mandiri sendiri ataupun dari pemerintah selaku pemegang saham yang berkepentingan terhadap kinerja saham Bank Mandiri.Mengenai sosok ECW Neloe, Haryajid menilainya sebagai pribadi yang baik. Di mata pelaku pasar, sosok ECW Neloe dinilai sebagai orang yang profesional di bidangnya.Setelah mencuatnya kasus kredit macet hingga Rp 1,3 triliun, saham Bank Mandiri kian menurun. Dalam kurun waktu sekitar 4 bulan terakhir ini, Saham Bank Mandiri kian tergerus hingga 24,64 persen. Dalam catatan detikcom, saham PT Bank Mandiri tbk (BMRI) pada perdagangannya awal tahun pada 3 Januari 2005 lalu masih berada di level Rp 1.880. Namun pada 25 April 2005, harga saham Bank Mandiri terpuruk hingga di level Rp 1.420, atau berarti telah turun 24,64 persen. Sementara pada saat IPO, harga saham Bank Mandiri di level Rp 675, dan sempat mencapai level tertinggi Rp 2.050 pada 6 Januari 2005 lalu. Dengan penurunan saham tersebut, maka kapitalisasi pasar Bank Mandiri juga terus merosot. Dengan perhitungan modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 20,132 miliar lembar saham, maka kapitalisasi saham Bank Mandiri hanya tersisa sekitar Rp 28,315 triliun. Jumlah ini sangat jauh dibandingkan kapitalisasi pasar Bank Mandiri pada 3 Januari lalu yang mencapai Rp 33,7 triliun.
(qom/)











































