Siapa Kerek Saham Bank Mandiri?
Kamis, 12 Mei 2005 13:08 WIB
Jakarta - Pasca penetapan 3 direksi Bank Mandiri sebagai tersangka, saham bank nasional terbesar itu justru kian merekah. Ada yang menduga sejumlah pihak sengaja mendorong kenaikan saham Bank Mandiri. Siapa?Berdasarkan data di BEJ, pada penutupan sesi I perdagangan Kamis (12/5/2005), saham Bank Mandiri melonjak naik Rp 40 di Rp 1.700. Saham Bank Mandiri juga menjadi saham teraktif dengan volume 100.143.120.000 lot saham. Sementara IHSG pada sesi I juga ditutup naik 5,554 ke level 1.062,631, dengan nilai transaksi di pasar reguler 381,523 miliar. Kenaikan saham Bank Mandiri ini cukup besar mengingat pada tanggal 25 April lalu saham Bank Mandiri sempat menyentuh level terendah sejak awal tahun ini yakni pada level Rp 1.420.Analis pasar modal Haryajid Ramelan menduga, kenaikan saham Bank Mandiri ini kemungkinan dilakukan oleh pihak tertentu. "Kemungkinan itu memang ada. Tentu saja selalu ada upaya entah itu dari dalam atau fund manager," tegasnya.Haryajid juga menambahkan, bisa saja pemerintah yang berusaha mengatrol saham Bank Mandiri mengingat pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas sangat berkepentingan agar harga sahamnya tetap oke. Sementara hal berbeda disampaikan Fendi Susiyanto, head of preferred banking Bank Permata, yang menilai kenaikan harga saham Bank Mandiri semata-mata faktor teknikal. Menurut Fendi, saham Bank Mandiri telah mengalami penurunan yang cukup tajam sebelumnya. Dijelaskannya, kemerosotan saham Bank Mandiri sebelumnya disebabkan oleh kondisi pasar yang memang tengah turun dan juga reaksi sesaat setelah mencuatnya kasus kredit macet hingga Rp 1,3 triliun yang mencerminkan buruknya corporate governance.Fendi menilai kasus kredit macet di Bank Mandiri semestinya tidak memberi pengaruh terhadap kinerja Bank Mandiri kini dan di masa depan. Pasalnya, perseroan telah melakukan pencadangan dan juga kredit macet itu merupakan kredit lama perseroan. "Ini mungkin berbeda jika yang terjadi adalah kredit baru yang lancar terus macet," ujarnya kepada detikcom.Menurut Fendi, penetapan 3 direksi Bank Mandiri sebagai tersangka kredit macet sama sekali tidak ada kaitannya dengan kenaikan saham Bank Mandiri pada hari ini.
(qom/)











































