Bos Bosowa Bingung Dikaitkan Kasus Bank Mandiri

Bos Bosowa Bingung Dikaitkan Kasus Bank Mandiri

- detikFinance
Kamis, 12 Mei 2005 14:15 WIB
Jakarta - Dituding punya kredit macet di Bank Mandiri, Vice President Bosowa Grup, Erwin Aksa mengaku bingung. "Kerugian apa yang kita lakukan terhadap negara?" tanyanya.Erwin sendiri mengaku, kredit yang diperolehnya dari Bank Mandiri pada 1996, membengkak 3 kali lipat akibat melemahnya nilai tukar Rupiah. Pada 1996, kredit yang diterimanya hanya Rp 500 miliar. Namun jumlah itu kini membengkak menjadi Rp 1,5 triliun. Kredit itu sendiri akan jatuh tempo pada tahun 2010.Menurut Erwin yang juga vice president PT Semen Bosowa Maros ini, pihaknya selalu membayar kewajibannya kepada Bank Mandiri hingga Rp 100-150 miliar per tahun. Bahkan kredit itu selalu masuk kategori 2 alias lancar. "Kita tiap tahun nyicil kok," tukasnya."Kita perlu pertanyakan juga dari temuan tersebut dan kerugian apa yang telah kita lakukan kepada negara. Kita memenuhi kewajiban kita seperti dalam perjanjian," kata Erwin dalam jumpa pers di kantornya, Gedung BBD, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (12/5/2005).Lebih lanjut Erwin mengaku, PT Semen Bosowa Maros tiap tahunnya mampu memperoleh laba hingga Rp 500 miliar. Sementara aset produktif PT Semen Bosowa Maros mencapai Rp 3 triliun. Namun saat ditanya apakah pihaknya akan mengajukan tuntutan hukum atas hasil audit BPK tersebut, Erwin hanya menjawab secara politis. "Kita pertanyakan mengenai temuan tersebut. Kerugian apa yang kita lakukan terhadap negara?," tanyanya.Erwin sendiri membantah perusahaannya memiliki keterkaitan dengan Wapres Jusuf Kalla. Menurut Erwin, Grup Bosowa 100 persen sahamnya dimiliki oleh Aksa Mahmud. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads