Hal tersebut diungkapkan Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Selasa (15/8/2017).
"Rupiah terdepresiasi 0,28% terhadap dolar Amerika pada Juli 2017 dengan nilai tukar Rp 13.315 per dolar Amerika," kata Suhariyanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi rata-minggu keempat Juli terjadi depresiasi terhadap dolar AS, dolar Australia dan Euro, tetapi apresiasi terhadap Yen, nilai tukar tertinggi di Papua, terendah di Jawa Timur," ungkap dia.
Sedangkan terhadap dolar Australia, rupiah terdepresiasi 4,03% di Juli 2017 atau di level Rp 10.520 per dolar Australia. Untuk Yen terapresiasi 0,03% di Juli tahun ini menjadi Rp 118,72 per Yen Jepang. Untuk euro terdepresiasi 3,15% dengan menjadi Rp 15.468 per euro.
"Sementara pergerakan bulan Agustus minggu ke dua, rupiah alami apresiasi 0,10% terhadap dolar AS, dolar Australia, tetapi terhadap yen dan euro depresiasi," tukas dia. (mkj/mkj)











































