Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede memperkirakan dengan jadinya Bali sebagai tuan rumah acara tahunan tersebut bisa mendongkrak investasi asing ke Indonesia. Investasi sangat dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan yang dalam RAPBN 2018 dipatok 5,4%.
"Dengan adanya IMF-World Bank Annual Meeting ini menjadi salah satu momentum ke depan kita bisa menggenjot lagi investasi. Belakangan ini investasi belum maksimal, khususnya swasta," ujar Josua dalam Diskusi Media di Laguna Hotel, Nusa Dua, Kamis (24/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena di mata internasional investasi di negara berkembang masih seksi," tutur Josua.
Selain itu, konsumsi di Bali juga akan mengalami peningkatan dengan kedatangan 15.000 delegasi. Para delegasi diperkirakan tertarik untuk membeli berbagai macam cenderamata dan oleh-oleh khas Pulau Dewata.
"Kita lihat para partisipan yang ikut kalau dia belanjakan cenderamata atau oleh-oleh UMKM di Provinsi Bali pertumbuhan akan cepat," ujar Josua.
Tidak hanya itu, sektor pariwisata Bali juga akan kebanjiran wisatawan mancanegara setelah gelaran IMF-World Bank Annual Meeting 2018.
"Dengan adanya Indonesia sebagai tuan rumah Annual Meeting kita harapkan bisa menjadi momentum untuk mendorong dan mempromosikan pariwisata ke depan," tutur Josua.
(ara/ang)











































