Chairman Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana memperkirakan 15.000 hingga 18.000 delegasi yang datang menginap di Bali selama 10 hari.
Delegasi akan menginap di hotel sekitar Nusa Dua yang mencapai 13.500 kamar, sisanya hotel di kawasan Kuta, Seminyak, dan Ubud. Tenaga kerja yang terlibat dalam sektor perhotelan dalam perhelatan akbar tersebut hingga 20.000 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung menambahkan, secara rata-rata per delegasi akan menghabiskan uang Rp 100 juta untuk 10 hari menginap. "Jika ada 18.000 delegasi, maka total biaya hotel delegasi mencapai Rp 1,8 triliun," ujar Agung.
Selain itu, Bali juga akan mendapatkan pemasukan tambahan dari belanja delegasi IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Pusat oleh-oleh dan cenderamata khas Bali akan diserbu pembeli.
Agung menambahkan, dari omzet tersebut, Pemda setempat juga akan kebagian hasil berupa pajak hotel dan restoran yang sebesar 10%. Dengan perkiraan omzet hotel Rp 1,8 triliun selama 10 hari, maka pajak yang diterima Pemda sebesar Rp 180 miliar.
"Pajak hotel dan resto kan 10% ke daerah kota dan kabupaten sudah pasti itu. Anggaplah masuk Rp 1,8 triliun, 10% punya Kabupaten Badung Rp 180 miliar," ujar Agung. (ara/ang)











































