Ada IMF-WB Meeting, Industri Hotel Bali Bisa Raup Rp 1,8 T

Ada IMF-WB Meeting, Industri Hotel Bali Bisa Raup Rp 1,8 T

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 24 Agu 2017 18:59 WIB
Ada IMF-WB Meeting, Industri Hotel Bali Bisa Raup Rp 1,8 T
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Nusa Dua - Industri perhotelan di Bali saat gelaran IMF-World Bank Annual Meeting tahun depan diperkirakan meraih omzet hingga Rp 1,8 triliun. Acara rutin tahunan ini dihelat mulai tanggal 9-14 Oktober 2018 mendatang, pertemuan resminya sendiri berlangsung mulai tanggal 12-14 Oktober 2018.

Chairman Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana memperkirakan 15.000 hingga 18.000 delegasi yang datang menginap di Bali selama 10 hari.

Delegasi akan menginap di hotel sekitar Nusa Dua yang mencapai 13.500 kamar, sisanya hotel di kawasan Kuta, Seminyak, dan Ubud. Tenaga kerja yang terlibat dalam sektor perhotelan dalam perhelatan akbar tersebut hingga 20.000 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada 18.000 delegate itu kurang lebih 1 orang 1 kamar. Rata-rata harga kamar di Nusa Dua Oktober masih high occupancy masih harga mahal, harganya dari US$ 600-750 per malam," kata Agung dalam diskusi media di Laguna Hotel, Nusa Dua, Kamis (24/8/2017).

Agung menambahkan, secara rata-rata per delegasi akan menghabiskan uang Rp 100 juta untuk 10 hari menginap. "Jika ada 18.000 delegasi, maka total biaya hotel delegasi mencapai Rp 1,8 triliun," ujar Agung.

Selain itu, Bali juga akan mendapatkan pemasukan tambahan dari belanja delegasi IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Pusat oleh-oleh dan cenderamata khas Bali akan diserbu pembeli.

Agung menambahkan, dari omzet tersebut, Pemda setempat juga akan kebagian hasil berupa pajak hotel dan restoran yang sebesar 10%. Dengan perkiraan omzet hotel Rp 1,8 triliun selama 10 hari, maka pajak yang diterima Pemda sebesar Rp 180 miliar.

"Pajak hotel dan resto kan 10% ke daerah kota dan kabupaten sudah pasti itu. Anggaplah masuk Rp 1,8 triliun, 10% punya Kabupaten Badung Rp 180 miliar," ujar Agung. (ara/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads