Ssst... Meneg BUMN Kantongi Nama Direksi Bank Mandiri
Jumat, 13 Mei 2005 11:42 WIB
Jakarta - Meneg BUMN ternyata sudah mengantongi nama-nama orang yang layak duduk sebagai direksi dan komisaris Bank Mandiri. Kamis malam lalu, Meneg BUMN telah menerima nama-nama bankir yang lolos fit and proper test di Bank Indonesia.Menurut sumber-sumber detikcom di Kementerian Negara BUMN, Bank Indonesia telah menyerahkan nama-nama orang yang lolos fit and proper test calon direksi dan komisaris bank-bank BUMN pada Kamis malam lalu. Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan BI, Siti Fadjrijah sebelumnya mengaku, BI harus menyeleksi sekitar 100 orang untuk menduduki direksi dan komisaris bank BUMN. Khusus untuk Bank Mandiri, BI menjanjikan prosesnya akan diselesaikan pada akhir pekan ini. Namun sayangnya, saat dikonfirmasi, Sugiharto enggan menjelaskan siapa saja nama-nama direksi dan komisaris Bank Mandiri yang akan diajukan dalam RUPS Senin pekan depan. "Fit and proper test menjaring banyak calon, termasuk yang masih menjabat. Oleh karena itu, saya masukkan siapa yang pantas dari Indonesia champion di perbankan, siapa yang top twenty, yang wajar untuk duduk sebagai dirut atau wakil dirut bank-bank BUMN," urai Sugiharto saat jumpa pers di kediamannya, Jalan Widya Chandra III no 11, Jakarta, Jumat (13/5/2005).Bank Indonesia, kata Sugiharto, lebih selektif dalam melakukan fit and proper test khususnya untuk jabatan direktur manajemen risiko, direktur kepatuhan dan direktur corporate banking. "Jadi BI itu spesifik dalam 3 hal itu. Harus spesifik karena beda dengan direktur lainnya," ujar mantan Direktur Keuangan Medco ini.Mengenai banyaknya orang yang harus menjalani fit and proper test di BI, Sugiharto menjelaskan bahwa hal itu disebabkan karena banyaknya jumlah jabatan direksi dan komisaris bank-bank BUMN. "Bayangkan, di Bank Mandiri saja ada 18 orang komisaris dan direksi. Jadi fit and proper test menampung banyak calon. Di tiap-tiap jabatan, minimal ada 3 orang," ujarnya.Sementara mengenai materi RUPS mendatang, Sugiharto memastikan tidak ada perubahan, yakni tetap mengagendakan perubahan direksi dan komisaris. Selain itu RUPS juga akan membahas pengenaan status tersangka kepada 3 direksi Bank Mandiri. Agenda lain yang tak kalah penting adalah terkait operasional dan kinerja Bank Mandiri. Kredit MacetDalam kesempatan itu, Sugiharto juga menyatakan kembali soal kredit macet di Bank Mandiri. Menurut Sugiharto, perbankan memang tidak bisa terbebas dari masalah kredit macet. "Tidak ada bank yang bebas dari kredit macet. Cuma masalahnya apa kredit macet itu berada pada level yang wajar. Kredit macet di Bank Mandiri masih berada di level yang wajar," ujarnya. Mengenai kredit Bank Mandiri untuk PT Semen Bosowa Maros dan PT Bakrie Telekom, Sugiharto menyatakan kredit keduanya masuk dalam kategori lancar. "Saya belum dapat laporan dari Kejaksaana Agung mengenai keduanya. Tapi berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan Bank Mandiri, call credit mereka masih kategori lancar," demikian Sugiharto.
(qom/)











































