Pergantian Direksi BRI Juga Pertimbangkan Penyimpangan TI
Jumat, 13 Mei 2005 13:08 WIB
Jakarta - Penyimpangan pengadaan Teknologi Informasi (TI) BRI akan menjadi salah satu pertimbangan untuk mengganti direksi BRI. Masalah itu rencananya akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BRI pada 17 Mei mendatang."Menurut saya, hal itu (penyimpangan TI) akan menjadi faktor dalam pengambilan keputusan, siapa-siapa yang akan dipertahankan," kata Meneg BUMN Sugiharto saat jumpa pers di kediamannya, Jalan Widya Chandra III No.11, Jakarta, Jumat (13/5/2005).Sugiharto selanjutnya enggan berkomentar perihal peyimpangan TI itu dengan alasan kasusnya tengah ditangani KPK. "Saya tidak bisa mencampuri. Itu domainnya adalah domain KPK. Apalagi KPK belum menetapkan tersangka," tegasnya. BRI akan menggelar RUPS pada 17 Mei mendatang di Hotel Grand Hyatt. Rencananya, RUPS itu akan mengagendakan pengesahan laporan keuangan tahun 2004, pergantian direksi dan komisaris, penggunaan laba bersih dan pembagian dividen. Berdasarkan dokumen hasil audit sistem TI yang diperoleh Bisnis Indonesia, mencuat sejumlah pengadaan perangkat piranti keras untuk unit kerja BRI yang telah mengimplementasikan BRINETS jauh melebihi model dalam SK Direksi PT BRI Nokep S.430-DIR/TSI/08/2002 tanggal 13 Agustus 2002 di unit kerja BRI Selindo. Total nilai pengadaan yang melebihi model itu sudah ditetapkan mencapai Rp 28,92 miliar. Nilai pengadaan genset untuk kantor unit terlalu mahal sekitar Rp 3,09 miliar. Beberapa indikasi permasalahan pengadaan seperti perubahan kapasitas sesuai tawaran vendor, penetapan spesifikasi genset yang mengarah pada merek tertentu. Selain itu juga ada pembatasan terhadap vendor peserta lelang, penunjukan sebelum SPK, spesifikasi genset yang berbeda dan kemahalan harga. Hasil audit itu juga menunjukkan temuan kemahalan hingga Rp 1,26 miliar dalam pengadaan perangkat TI untuk 40 kantor cabang pembantu BRI. BRI juga membayar hingga tiga kali lipat harga yang diterima PT IBM Indonesia. Hal ini karena pemasokan berantai antarmitra usaha PT IBM Indonesia untuk pengadaan berbagai barang.
(qom/)











































