BI-Pemerintah Kerjasama Efektifkan Kebijakan Moneter

BI-Pemerintah Kerjasama Efektifkan Kebijakan Moneter

- detikFinance
Senin, 16 Mei 2005 12:03 WIB
Jakarta - Bank Indonesia dan pemerintah sepakat meningkatkan kerjasama untuk mendukung efektivitas kebijakan moneter, salah satunya dengan membentuk Tim Pengendalian Inflasi.Tugas utama Tim Pengendalian Inflasi ini adalah memonitor pencapaian target inflasi dan memberikan usulan penetapan sasaran inflasi. Hal ini disampaikan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/5/2005)."Untuk mendukung efektivitas kebijakan moneter, BI akan terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan pemerintah dan pelaku ekonomi lainnya guna mensinkronkan langkah dan arah kebijakan moneter, fiskal dan sektor riil," kata Burhanuddin.Pembentukan Tim Pengendalian Inflasi ini dilakukan sebagai bagian dari sinkronisasi kebijakan moneter dan fiskal termasuk dalam mendukung berbagai asumsi makro ekonomi dalam APBN. Inflasi, kata Gubernur Bank Indonesia, pada triwulan II-2005 pasca kenaikan harga BBM diperkirakan melambat meskipun masih berada pada tingkat yang tinggi. Berbeda dengan perkiraan laju inflasi IHK, inflasi inti diperkirakan akan meningkat dibandingkan dengan triwulan I-2005. "Dari sisi fundamental tekananinflasi berasal dari nilai tukar yang masih tinggi, sementara itu seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi potensi tekanan inflasi berasal ada interaksiantara permintaan dan penawaran," jelasnya.Sedangkan dari faktor nonfundamental tekanan inflasi terutama bersumber dari perkiraan kebijakan kenaikan harga seperti tarif angkutan. RupiahMengenai nilai tukar Rupiah pada triwulan-II 2005, Burhanuddin optimis nilai tukar Rupiah akan menguat kembali. Di satu sisi permintaan valuta asing diperkirakan akan meningkat terkait pemulihan kegiatan ekonomi, kenaikan harga minyak dunia, percepatan pembayaran utang luar negeri oleh swasta dan terjadinya pembalikan aliran modal asing secara terbatas.Di sisi lain, pasokan valuta asing diperkirakan akan mengalami peningkatan terutama terkait dengan aliran modal asing dalam bentuk investasi portofolio danpenanaman modal langsung, seiring dengan kondusifnya iklim investasi. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads