Semenanjung Korea kian memanas lantaran Korea Utara sudah berulang kali melakukan uji peluncuran rudal balistik jarak jauh antarbenua. Banyak mata uang yang terkena sentimen negatif dari konflik tersebut, salah satunya dolar AS.
"Sekarang belum ada dampak ke mata uang kita. Kita malah kemarin ini sampai 1 September dana yang masuk di kita Rp 131 triliun, memang kalau dibandingkan tahun lalu kira-kira Rp 150 triliun," kata Agus di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Agus berharap tidak terjadi eskalasi ketegangan lebih jauh di Semenanjung Korea. Namun, Bank Indonesia telah mengidentifikasi hal tersebut sebagai risiko geopolitik.
"Di Eropa sudah turun kekhawatirannya, tapi justru di Semenanjung Korea yang harus kita perhatikan," tukas dia. (mkj/mkj)











































