Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan penyaluran kredit semester II atau hingga akhir tahun bisa sesuai dengan target OJK.
Dia mengatakan, untuk mendorong penyaluran kredit harus didukung dengan penurunan suku bunga. Apalagi Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga acuan BI 7 days repo rate menjadi 4,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan di kisaran 9% - 11%.
"Kami akan tetap monitor pertumbuhan kredit dari bulan ke bulan apakah ada anomali atau tidak," jelas dia.
Dia menjelaskan, penurunan suku bunga acuan BI diharapkan bisa memicu penurunan suku bunga dana dan kredit pada perbankan.
Menurut dia, dengan pemangkasan bunga acuan maka bunga deposito bisa turun kemudian diikuti penurunan bunga kredit.
Dari data uang beredar BI, jumlah kredit per Juli tercatat Rp 4.494 triliun atau 7,9% year on year. Penyaluran kredit didorong oleh kredit modal kerja (KMK), kredit investasi (KI) dan kredit konsumsi (KI). Untuk kredit modal kerja tercatat Rp 2.007 triliun. (ang/ang)











































