Follow detikFinance
Senin 11 Sep 2017, 08:38 WIB

Menambang Bitcoin Lebih Untung Daripada Bisnis Rumah Kontrakan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Menambang Bitcoin Lebih Untung Daripada Bisnis Rumah Kontrakan Foto: Getty Images
Jakarta - Bagi Anda yang ingin punya bisnis sampingan mungkin bisa memikirkan cara ini: menambang Bitcoin. Kabarnya, menambang uang virtual tersebut lebih menguntungkan daripada bisnis rumah kontrakan. Masa sih?

Salah satu penambang Bitcoin, sebut saja namanya Farhan, bisa meraup hingga jutaan rupiah hanya dengan menambang cryptocurrency. Bahkan penambangan dilakukan dengan otomatis tanpa harus dipelototi setiap hari.

Farhan awalnya menambang Bitcoin karena iseng, tapi sekarang ia sudah mulai serius untuk mendapatkan uang tambahan dari cara tersebut. Bahkan sudah memesan nMiner supaya Bitcoin yang dikeruknya bisa lebih banyak.


"Sekarang saya masih pakai VGA, sudah pesan nMiner tapi belum datang, jadi agak telat juga gara-gara proses pengiriman. Mungkin baru datang akhir bulan September ini," katanya kepada detikFinance, Jumat (8/9/2017).

Farhan mengaku biasa mengantongi sekitar Rp 6-8 juta bersih per bulan dari menambang Bitcoin. Bersih dalam arti sudah dipotong biaya listrik dan lain-lain.

Kalau sudah menggunakan nMiner, keuntungan bersihnya bisa mencapai Rp 24 juta per bulan. Sungguh menggiurkan bukan?

Farhan bercerita, kakak iparnya pernah punya modal untuk membangun bisnis kontrakan. Uangnya waktu itu cukup untuk membangun 3 rumah untuk dikontrakan.

Akhirnya hanya 2 rumah yang dibangun, sisa uangnya digunakan untuk membeli 3 buah Personal Computer (PC) dan menambang Bitcoin.

"Sekarang pemasukan bulanannya dari menambang Bitcoin malah lebih besar dari kontrakan," ujarnya.

Misalnya satu PC bisa menghasilkan Bitcoin setara Rp 6 juta saja, maka tiga PC totalnya sudah Rp 18 juta. Sementara satu rumah kontrakan mungkin tidak menghasilkan akan lebih dari Rp 10 juta setiap bulan.

Sementara Farhan sendiri selama menjadi penambang Bitcoin pernah mendapatkan keuntungan bersih paling besar Rp 16 juta dalam sebulan.

"Itu sekitar pertengahn tahun ini pas harga Bitcoin naik tinggi. Setelah itu makin banyak penambang, jadi Bitcoin yang didapat mulai berkurang," jelasnya.

Bitcoin si 'uang sakti' mencatat rekor nilai tukar tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 4.909 per keping atau sekitar Rp 60 jutaan tahun ini. Tak bisa dipungkiri, makin banyak orang tertarik dengan cryptocurrency tersebut. (ang/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed