Follow detikFinance
Senin 11 Sep 2017, 19:12 WIB

Ini Beda Uang Virtual dan Uang Elektronik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ini Beda Uang Virtual dan Uang Elektronik Foto: Getty Images
Jakarta - Bitcoin adalah salah satu mata uang virtual yang paling tenar di dunia. Tapi apakah anda tahu bedanya uang virtual dan uang elektronik yang ada sekarang?

CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan menjelaskan uang elektronik memiliki server jadi ada perusahaan penerbit dan penanggungjawabnya.

"Sistem uang elektronik itu transaksinya terekam di server pusat," kata Oscar kepada detikFinance, Senin (11/9/2017).

Uang elektronik yang ada saat ini berbasis server dan berbasis chip. Contohnya, Sakuku oleh BCA, Mandiri eCash, Rekening Ponsel CIMB Niaga. Kemudian untuk berbasis chip eMoney milik Mandiri, TapCash BNI, Brizzi milik BRI, Flazz milik BCA, MegaCash milik Bank Mega dan JakCard milik Bank DKI.

Sedangkan mata uang virtual seperti Bitcoin seluruh sistemnya berdasarkan rantai blok atau blockchain.

"Sehingga mulai dari penerbitan, cara transaksi maupun pencatatan semua tercatat di jaringan desentralisasi blockchain. Jadi setiap orang bisa menjalankan server rantai blok ini," jelas dia.

Dia menjelaskan, setiap masyarakat bisa menjalankan server Bitcoin dan setiap server saling terhubung di seluruh dunia.

Uang Virtual Bisa Dipakai Belanja Online?

Penggunaan Bitcoin dinilai aman untuk berbelanja online. Oscar mengatakan, keuntungan menggunakan Bitcoin adalah mengurangi risiko pada saat bertransaksi online.

"Jadi orang yang suka belanja orang minim risiko untuk terkena hack atau pencurian data sewaktu bertransaksi," kata Oscar.

Dia menjelaskan, saat berbelanja online jika menggunakan kartu kredit, pembeli harus memasukkan nomor kartu kredit ke website. Tindakan ini dinilai rentan karena berpotensi kebocoran data.

"Beberapa waktu lalu ada situs belanja dijebol dan data kartu kredit customer-nya dicuri, nah kalau menggunakan Bitcoin karena transaksinya menggunakan rantai blok atau blockchain secara otomatis sistem akan memverifikasi transaksi," ujar dia.

Dia menjelaskan, selain itu jaringan Bitcoin juga transparan sehingga waktu pembayaran pihak pembeli dan penjual agar sama-sama bisa memverifikasi transaksi.

"Jadi pembeli dan penjual tidak bisa membantah transaksi tersebut," ujarnya.

Oscar menjelaskan saat ini keamanan Bitcoin sudah cukup teruji dan sampai sekarang menjadi salah satu jaringan yang paling aman secara enkripsi.

Meskipun aman, pengguna juga harus waspada dan berhati-hati karena justru kebocoran timbul dari akun pribadi atau password dalam ponsel dan laptop masing-masing.

"Jadi pastikan ponsel dan laptop yang digunakan bersih dari virus dan keylogger," ujarnya. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed