Follow detikFinance
Selasa 12 Sep 2017, 11:15 WIB

Ingin Bunga Kredit Rendah, Bank Harus Efisien

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ingin Bunga Kredit Rendah, Bank Harus Efisien Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pendapatan bunga bersih perbankan dinilai masih tinggi. Net Interest Margin (NIM) harus ditekan agar bank bisa lebih efisien dan bunga kredit bisa lebih rendah.

Menurut Ekonom The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, bank harus mendorong efisiensi biaya operasional agar NIM bisa ditekan.

"Karena dengan margin bunga bersih yang masih tinggi di atas 5% maka kemungkinan penurunan bunga kredit akan sulit tahun ini," kata Bhima saat dihubungi detikFinance, Selasa (12/9/2017).

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada statistik perbankan Indonesia (SPI) periode Juni 2017 net interest margin (NIM) atau pendapatan bunga bersih bank tercatat 5,35% atau sekitar Rp 337,2 triliun dari total aset produktif sebesar Rp 6.297 triliun.

Suku bunga kredit perbankan nasional per Juli 2017 rata-rata masih di kisaran 11,73% turun 3 basis poin (bps) dibandingkan periode Juni 11,77%.

Untuk rata-rata suku bunga simpanan dengan jangka waktu 1 bulan 6,3%, 3 bulan 6,62%, 6 bulan 6,95%, 12 bulan 7,05% dan 24 bulan 6,95%.

Menurut Bhima, jika bank ingin efisiensi sebagian pendapatan bank diharapkan bisa digeser dan tidak bergantung pada bunga.

"Intinya bank mau kejar efisiensi sebagian pendapatannya jangan bergantung pada tingkat bunga kredit dan deposito harus ada pendapatan lain," jelas dia.

Gubernur BI, Agus Martowardojo beberapa waktu lalu mengatakan perbankan nasional juga harus menjalankan industri keuangan dengan sehat. "Memang perbankan itu ada kajian oleh publik perlu meningkatkan efisiensinya sehingga biaya overhead atau NIM bisa dikecilkan," kata Agus di Gedung BI.

Agus menjelaskan, BI meyakini bahwa perbankan memahami untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendorong industri keuangan agar lebih sehat. "Jika sehat maka akan direspon oleh bank dengan menyesuaikan tingkat bunga kredit maupun dana pihak ketiga (DPK," ujar Agus. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed