Follow detikFinance
Rabu 13 Sep 2017, 19:05 WIB

Disebut Kurang Sosialisasi Gesek Ganda, Ini Tanggapan BI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Disebut Kurang Sosialisasi Gesek Ganda, Ini Tanggapan BI Foto: Ari Saputra
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai regulator kurang intensif dalam melakukan sosialisasi terkait kegiatan gesek ganda di mesin kasir.

Menanggapi hal tersebut, Bank Indonesia (BI) dalam hal ini sebagai regulator sistem pembayaran mengaku terus melakukan sosialisasi mulai dari bank sampai penerbit.

"Ya kami kan terus sosialisasi, dari perbankan sampai acquiring kami sosialisasikan," kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Eni V Panggabean dalam diskusi di Gedung BI, Rabu (13/9/2017).

Pengaturan mengenai penggesekan ganda kartu nontunai telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

Pada Pasal 34 huruf b, Bank Indonesia melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran. Tercakup di dalamnya adalah larangan pengambilan data melalui mesin kasir di pedagang.

Besok, pada Kamis (14/9/2017) BI akan menggelar focus group discussion (FGD) bersama bank dan pengusaha ritel.

"Iya kami akan diskusikan besok, kami akan dengarkan keluhan mereka," jelas dia. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed