Neloe Cs Dapat Bonus Rp 26 M

Neloe Cs Dapat Bonus Rp 26 M

- detikFinance
Rabu, 18 Mei 2005 12:19 WIB
Jakarta - Jadi tersangka kasus kredit macet Bank Mandiri, tak berarti Neloe tak dapat bonus. Sebagai imbalan atas kinerjanya selama ini, Neloe dan teman-teman akan mendapat hadiah atau tantiem sekitar Rp 26 miliar.Pemberian bonus ini merupakan salah satu keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mandiri yang digelar Senin lalu.Tantiem merupakan bagian dari keuntungan perusahaan yang dihadiahkan kepada karyawan. Pembagian tantiem yang mencapai Rp 26.278.257.287 ini merupakan 0,5 persen dari laba bersih yang diperoleh Bank Mandiri selama tahun 2004 yang total sekitar Rp 5 triliun. Hadiah tersebut diberikan kepada anggota direksi dan komisaris serta sekretaris komisaris yang menjabat selama tahun 2004, dengan jumlah sesuai dengan lamanya waktu menjabat. Besarnya tantiem untuk Dirut mencapai 100 persen, wakil dirut sebesar 95 persen, anggota direksi 90 persen, komisaris utama 40 persen, wakil komisaris utama 38 persen, anggota komisaris 36 persen dan sekretaris komisaris 15 persen dari tantiem dirut. Selain itu gaji direksi Bank Mandiri di bawah pimpinan Agus Martowardojo memperoleh gaji lebih besar 7 persen dari yang diterima Neloe. Gaji Dirut dinaikkan Rp 7 juta atau 7 persen per bulan dari gaji tahun 2004. Namun Neloe sempat mencicipi kenaikan gaji ini karena kenaikan gaji sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2005. Sementara gaji atau honorarium wakil dirut, direktur, komisaris utama, wakil komisaris utama, para komisaris dan sekretaris komisaris masing-masing besarnya 95 persen, 90 persen, 40 persen, 38 persen, 36 persen dan 15 persen dari gaji dirut yang telah berlaku sejak tanggal 1 Januari 2005.Sementara penggunaan lain dari laba bersih adalah sekitar 50 persen atau Rp 2,627 triliun untuk dividen, 2 persen atau sekitar Rp 105 miliar untuk program kemitraan dan program bina lingkungan, 34,5 persen atau sekitar Rp 1,813 triliun untuk cadangan umum perseroan dan sisanya sekitar 13,5 persen atau Rp 709 miliar untuk laba ditahan. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads