Follow detikFinance
Selasa 19 Sep 2017, 19:45 WIB

Tarif Isi Ulang e-Money Diseragamkan, Transjakarta: Kami Ikuti BI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Tarif Isi Ulang e-Money Diseragamkan, Transjakarta: Kami Ikuti BI Foto: Ari Saputra
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan menyeragamkan atau menetapkan batas maksimal biaya isi ulang uang elektronik. Hal ini dilakukan karena selama ini biaya isi ulang dinilai masih bervariasi.

Saat ini isi ulang di sejumlah merchant seperti minimarket dan halte bus Transjakarta masih dikenakan biaya sekitar Rp 1.000-2.000 setiap isi ulang.

[Gambas:Video 20detik]

Menanggapi hal tersebut Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengaku akan mengikuti aturan BI. Pasalnya selama ini, Transjakarta memberlakukan biaya isi ulang agar masyarakat gencar menggunakan non tunai.

Budi mengatakan, untuk isi ulang di halte yang menggunakan kartu debit tidak dikenakan biaya sama sekali.

"Kami akan ikut BI, karena pengenaan biaya isi ulang di halte bukan untuk cari pendapatan. Tapi kami mau masyarakat gunakan kartu debit saat isi ulang. Kan yang dikenakan biaya yang isi ulang pakai uang cash," ujar Budi kepada detikFinance, Selasa (19/9/2017).


Budi mengatakan pengenaan biaya untuk top-up ini digunakan sebagai pengganti biaya administrasi, karena Transjakarta juga memiliki risiko lain dari penanganan uang tunai yang masuk untuk isi ulang e-money.

Dia menceritakan, sebenarnya isi ulang uang elektronik bukan tugas pokok fungsi Transjakarta. Untuk isi ulang bisa dilakukan di merchant seperti Indomaret, Alfamart atau mesin ATM bank penyedia kartu e-money.

Budi menyebutkan, untuk pengisian ulang menggunakan metode tunai, memiliki risiko hilang dan risiko pengumpulan.

"Konteksnya bukan membebani masyarakat tapi kami menyiapkan fasilitas top-up ya. Kalau tidak mau kena biaya bisa isi pakai debit dari penerbit yang sama dengan uang elektronik, misalnya isi ulang Flazz menggunakan debit BCA," ujarnya.


Jadi, jika anda melakukan top-up menggunakan uang cash sebesar Rp 20.000 maka saldo yang masuk ke uang elektronik adalah Rp 18.000. Dengan rincian Rp 1.818 adalah untuk biaya administrasi dan Rp 182 untuk biaya PPN.

Budi menjelaskan, saat ini Flazz dari BCA menempati posisi pertama untuk penggunaan e-ticketing di Transjakarta, kemudian diikuti oleh e-money dari Bank Mandiri. JakCard Bank DKI menempati urutan ketiga karena dia memiliki kelebihan untuk penyaluran dana Kartu Jakarta Pintar (KJP), penghuni rumah susun, penduduk usia lanjut hingga karyawan swasta tertentu. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed