Pasar Banjir Likuiditas
Rupiah Alami Tekanan
Jumat, 20 Mei 2005 09:49 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah, Jumat (20/5/2005) diprediksi melemah, meski masih ditahan di bawah Rp 9.500 per US$ 1. Bank Indonesia terus meminta bank-bank plat merah mengguyur dolar ke pasar."Rupiah cenderung konsolidasi melemah, karena pasar sedang kelebihan likuiditas, akibat SBI yang jatuh tempo mencapai Rp 46 triliun, sedangkan yang diserap oleh lelang SBI Rabu lalu tidak sebesar itu," kata analis valuta asing Bank BNI Hindria Listyadi kepada detikcom, di Jakarta.Pelemahan rupiah juga terimbas oleh rumor reshuffle kabinet yang akhirnya memancing pelaku pasar membeli dolar AS. Sementara, sentimen regional yang menekan rupiah adalah masih melemahnya yen Jepang atas dolar AS. "Jadi di pasar regional dan global, dolar AS masih menunjukkan giginya," kata Hindria.Meski demikian, lanjut Hindria, Bank Indonesia yang selama seminggu terakhir membiarkan rupiah berfluktuasi, pagi ini sudah meminta bank-bank BUMN menjual dolar AS-nya. Ditengarai aksi ini untuk menahan rupiah agar tidak terjun bebas ke atas Rp 9.500 per US$ 1.Saat pembukaan, rupiah terpantau di kisaran Rp 9.465 per US$ 1, beberapa saat kemudian melemah ke posisi Rp 9.475-Rp 9.480 per US$ 1. Hari ini, diperkirakan rupiah akan bermain di kisaran Rp 9.450-Rp 9.500 per US$ 1.
(san/)











































