Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan ramainya praktik investasi bodong di Indonesia terjadi karena banyaknya masyarakat ingin cepat kaya.
"Mau kaya dan dapatkan untung yang cepat tapi tidak memikirkan risiko," kata Tongam kepada detikFinance, Senin (25/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inikan penawarannya tidak masuk akal, mereka ditawarkan bunga 10% sebulan tanpa risiko. Investasi itu makin tinggi return makin tinggi risikonya," ujar dia.
Dia mencontohkan saat ini tingkat bunga deposito saja paling tinggi 6% jadi penawaran 10% hingga lebih dinilai tidak masuk akal.
"Jangan salah, korban penipuan berkedok investasi ini tak hanya dari kalangan kurang terpelajar tapi juga orang berpendidikan, jadi ini PR kita," ujarnya.
Dia mengatakan, satgas waspada investasi bekerja sama dengan lembaga terkait untuk gencar mengedukasi masyarakat terkait investasi bodong ini. (mkj/mkj)











































