Demikianlah diungkapkan Ketua satuan tugas (satgas) waspada investasi Tongam L Tobing kepada detikFinance, Senin, (25/9/2017).
"Di sisi lain banyak juga masyarakat terpelajar, punya pendidikan baik tapi mereka ikut investasi bodong, Kelompok ini yang kami sering sebut serakah," ujar Tongam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, tidak sedikit pula pegawai negeri sipil (PNS) yang menjadi peserta investasi bodong. "Memang banyak orang berpendidikan yang serakah, seperti PNS bayangkan saja dia menggadaikan sertifikat jabatannya lalu uangnya diinvestasikan, inikan tidak logis," ujar Tongam.
Menurut dia, seharusnya masyarakat yang berpendidikan baik bisa berpikir logis dengan tawaran investasi yang tidak masuk akal atau imbal hasil yang berlebihan.
"Masyarakat golongan itu juga jangan mudah tergiur dengan imbal hasil investasi yang terlalu besar," ujar dia.
(mkj/mkj)











































