Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan kondisi tersebut terjadi akibat kondisi eksternal.
"Pergerakan nilai tukar kami ikuti, mungkin selama empat hari ini agak tertekan. Kondisi itu lebih karena eksternal. Kondisi terutama ketika Presiden Trump mendapat dukungan terkait pembahasan reformasi di bidang perpajakan," kata Agus di Gedung BI, Jumat (29/9/2017).
Dia menjelaskan selain itu juga ada pernyataan dari Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang akan menaikkan Fed Rate.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agus kondisi nilai tukar rupiah yang tertekan sama dengan mata uang negara lain di kawasan regional. "Rupiah tertekan seperti mata uang negara lain di regional dan secara umum AS kondisinya membaik," jelas dia.
Agus mengatakan, negara di Eropa, Jepang, Cina juga sedang dalam kondisi yang baik. Ini sejalan dengan revisi pertumbuhan ekonomi dunia yang kemarin sudah diumumkan.
Hal tersebut juga mempengaruhi rupiah dan mata uang negara lain. "Tapi kami tegaskan BI selalu ada di pasar untuk menjaga stabilitas maka kami minta waspada, tapi secara umum kondisi ini baik," ujarnya.
(mkj/mkj)











































