"Jadi yang ingin saya sampaikan mata uang rupiah tertekan seperti mata uang negara lain di regional," ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo di kantornya, Jakarta, Jumat (29/9/2017).
Keperkasaan dolar AS dipengaruhi oleh perbaikan ekonomi negeri Paman Sam tersebut, termasuk rencana Presiden Donald Trump yang ingin memangkas tarif pajak untuk perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin ketika ada pengumuman itu dampak ke rupiah yang melemah sejalan dengan negara-negara lain," jelasnya.
Seperti yang dikutip dari Reuters, beberapa mata uang yang melemah terhadap dolar AS antara lain adalah Jepang, Australia, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura dan Thailand. (mkj/hns)











































