Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan penurunan bunga kredit belum bisa terlalu jauh. Hal ini karena perbankan nasional masih membenahi rasio kredit yang bermasalah.
"Bunga kredit memang belum turun lebih jauh, hal ini karena perbankan masih dalam konsolidasi dan mereka harus mengelola kredit bermasalah yang masih dalam tekanan," kata Agus di Gedung BI, Jakarta, Jumat (29/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah dengar NPL meningkat. Itu adalah cerminan stimulus yang tidak diperpanjang oleh OJK. Tapi secara umum kami sambut baik non performing loan (NPL) neto di kisaran 1,4%," kata Agus.
Menurut Agus, penurunan suku bunga bank biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 kuartal setelah dilakukannya penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral.
Namun, Agus mengatakan beberapa segmen khususnya kredit korporasi dan konsumer sudah mengalami penurunan dan menjadi single digit. "Kami harap sudah bisa terus turun, karena secara nasional masih di kisaran 11%. Bunga kredit itu masih sama-sama perlu dilihat kami yakin OJK juga terus meninjau," imbuh dia.
Foto: Zaki Alfarabi |












































Foto: Zaki Alfarabi