Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 03 Okt 2017 15:22 WIB

Kepala BKPM Ingin RI Tak Tergantung Dolar, Caranya?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Muhammad Idris/detikFinance Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap rupiah. Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mendekat Rp 13.600.

Nah, menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong, ada cara yang bisa dilakukan agar Indonesia tak tergantung dengan mata uang dolar AS. Bagaimana caranya?

"Antisipasi kurangi itu ya kita beralih ke mata uang yang lain misal yen. Kalau kita memulai coba main di renminbi yang sudah resmi jadi salah satu mata uang global oleh IMF. Ini tidak hanya mengelola risiko tetapi kurangi ketergantungan pada dolar," kata Lembong di sela Rakornas Kadin 2017 di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).


Diversifikasi transaksi menggunakan mata uang asing bisa dilakukan di banyak tempat wisata yang ramai diserbu wisatawan mancanegara. Sehingga gejolak nilai tukar rupiah tidak hanya disebabkan oleh dolar AS semata.

"Pengusaha yang punya vila, toko, restoran di Bali mungkin bisa menerima transaksi dengan mata uang asing asal wisatawannya sehingga bisa membuat mereka lebih lancar spendingnya dan nyaman. Ini kan sebenarnya sudah biasa," ujar Lembong.


Dengan langkah tersebut, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan tidak melulu terpengaruh pada kebijakan ekonomi AS.

"Jadi menurut saya ini salah satu hal yg bisa kita lakukan untuk mengurangi ketegangan dan ketergantungan akan dolar dan bisa membuat investor Eropa, Jepang dan China lebih nyaman," tutup Lembong. (ara/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com