Seperti yang ditemui detikFinance di VIP, Menteng, Jakarta, Selasa (3/10/2017).
Abdullah Balweel memang menekuni bisnis yang sama di kawasan Otista, Jakarta Timur. Ia mengambil untung dari pelemahan rupiah demi menambah modal perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Doni Adhitia |
Beda cerita dengan ibu yang enggan disebutkan namanya ini. Ia membeli yen Jepang untuk kebutuhan pribadi. Ia berencana ke luar negeri untuk mengunjungi anaknya.
"Saya menukarkan rupiahnya ke dolar untuk keperluan menjenguk anak yang sedang kuliah di Jepang. Kalau yang ini karena kebutuhan saja menukarkan uangnya," jelasnya.
Mahmud (swasta), juga menjadi salah satu yang datang ke money changer. Ia menukarkan uang untuk kebutuhan perusahaan yang lazim dilakukan.
"Menukarkan rupiah ke dolar untuk keperluan perusahaan," kata Mahmud. Walaupun harus diakui secara personal, pelemahan rupiah akan menguntungkan bila ia memiliki dolar AS saat ini.
Hal yang serupa juga dilakukan oleh Dedi, karyawan dari perusahaan IT di daerah Kuningan, Jakarta. Cuma saja Dedi perlu membeli euro.
"Membeli euro untuk keperluan perusahaan," ujar Dedi. (mkj/mkj)












































Foto: Doni Adhitia