Follow detikFinance
Jumat 06 Oct 2017, 15:04 WIB

Uang Elektronik Tokopedia hingga Milik Yusuf Mansur Dihentikan BI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Uang Elektronik Tokopedia hingga Milik Yusuf Mansur Dihentikan BI Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah menghentikan layanan isi ulang sejumlah uang elektronik yang diterbitkan oleh e-commerce. Salah satunya Paytren, atau uang elektronik milik Ustadz Yusuf Mansur.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan perusahaan e-commerce harus menuruti aturan BI.

"Kalau belum ada izin ya harus ajukan dulu. Tapi jangan dibikin susah ya," kata Rudiantara, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Rudiantara menjelaskan, e-commerce juga harus mengikuti aturan yang diterapkan oleh regulator sistem pembayaran. "Ya penyelenggara harus mengikuti kebijakan BI sebagai policy maker," imbuh dia.

Sebelumnya BI telah menghentikan layanan isi ulang uang elektronik milik 4 perusahaan seperti TokoCash milik Tokopedia, ShopeePay milik Shopee, dan yang terbaru BukaDompet milik Bukalapak.

Sekedar informasi layanan uang elektronik dari Tokopedia, Tokocash untuk sementara waktu tidak dapat digunakan. Terhitung 13 September 2017. Namun, seluruh fitur TokoCash seperti transaksi, cashback, refund dan redeem Gift Card masih berfungsi seperti biasa.

Pada laman resmi Bukalapak, tertulis mulai 2 Oktober 2017, fitur top up (tambah saldo) BukaDompet akan dinonaktifkan karena Bukalapak akan menjalankan proses untuk mendapatkan lisensi e-money dari Bank Indonesia.

Dari laman resmi Shopee, efektif per 18 September 2017 layanan isi ulang atau Top Up Shopeepay tidak tersedia untuk sementara. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed