Follow detikFinance
Jumat 06 Oct 2017, 21:04 WIB

PayTren Dibekukan BI, Yusuf Mansur: Kami Sedang Ajukan Izin

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
PayTren Dibekukan BI, Yusuf Mansur: Kami Sedang Ajukan Izin Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Layanan isi ulang uang elektronik milik Ustaz Yusuf Mansur, PayTren, dihentikan sementara oleh Bank Indonesia (BI). Yusuf Mansur yang juga menjadi Komisaris Utama PayTren menyebutkan, pembekuan dilakukan karena memang belum memiliki izin dari BI.

"Tapi PayTren adalah yang pertama comply ke BI, kami tidak dipanggil tapi langsung menghadap BI untuk pengajuan izin," kata Yusuf Mansur, saat dihubungi detikFinance, Jumat (6/10/2017).

Dia menyebutkan, PayTren adalah entitas yang paling cepat dalam melengkapi persyaratan yang diminta oleh BI.

"Persyaratan kami sudah masuk semua ke BI, sudah lengkap dan harusnya bisa lebih cepat," ujarnya.

Yusuf Mansur mengaku tidak khawatir jika nantinya PayTren akan ditutup oleh regulator. Pasalnya, PayTren bisa menempuh jalan lain seperti co branding dengan penyedia lain.

"Kalau ditutup tidak masalah, banyak jalan menuju Roma, bisa white label dengan perusahaan lain. BI bilang ke kami kalau izin sudah keluar kami harus lebih strong dan mainnya harus sempurna," imbuh dia.

Dia menjelaskan, saat ini PayTren adalah e-Money yang 100% dimiliki oleh anak bangsa dan tanpa campur tangan asing. Kemudian PayTren juga tidak pernah melakukan bakar uang seperti e-commerce lain lakukan demi menarik pengguna. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed