Kepala Satuan Komunikasi Korporat I PLN, Made Suprateka, mengatakan pecahnya rekor beban puncak listrik di Jawa-Bali hanya berjarak 5 lima hari saja dari rekor sebelumnya, yakni 25.414 Megawatt (MW), yang terjadi pada 6 Oktober 2017.
"Ini pertanda baik. Ketersediaan listrik yang dipasok PLN mampu diserap dengan baik dan terus bertambah dari hari ke hari oleh pelanggan PLN," kata Made dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (12/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beban puncak siang sebelumnya terjadi 6 Oktober pukul 14.00 WIB, yaitu sebesar 24.760 MW.
"Saat ini, daya mampu sistem Jawa-Bali memang sudah surplus. Meski begitu, PLN terus berupaya memenuhi kebutuhan pasokan listrik ke depan dengan membangun pembangkit, jaringan transmisi, dan gardu induk," pungkas Made. (wdl/wdl)











































