Soal Obligasi, Bank Danamon & Niaga Tunggu Pasar Kondusif

Soal Obligasi, Bank Danamon & Niaga Tunggu Pasar Kondusif

- detikFinance
Rabu, 25 Mei 2005 15:54 WIB
Jakarta - PT Bank Danamon tbk dan PT Bank Niaga tbk masih terus mengkaji rencana penerbitan obligasinya. Kedua bank itu masih menunggu hingga kondisi pasar benar-benar kondusif.Demikian diutarakan Dirut Bank Danamon, Sebastian Paredes dan Dirut Bank Niaga Peter B Stok yang ditemui di sela-sela penghargaan bank terbaik versi Majalah Investor di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (25/5/2005). Pada kesempatan itu Bank Danamon meraih bank terbaik kategori bank umum rekap dengan aset di atas Rp 50 triliun. Sementara Bank Niaga meraih penghargaan bank terbaik untuk kategori bank umum rekap dengan aset Rp 10-50 triliun.Paredes mengatakan, Bank Danamon masih melihat situasi pasar untuk melanjutkan penerbitan obligasinya. Sebelumnya obligasi yang diterbitkan Bank Danamon sebesar Rp 2,5 triliun tidak mendapat respons yang baik dari pasar karena bunga yang ditawarkan terlalu rendah. Paredes belum bisa memastikan apakah obligasi yang akan diterbitkan Bank Danamon jumlahnya tetap Rp 2,5 triliun. "Tapi kalau melihat pasar, biasanya mereka lebih suka dengan jumlah yang besar," ujar Paredes.Saat ini Bank Danamon akan fokus pada pertumbuhan organik. Namun tidak tertutup kemungkinan jika ada peluang dan harga yang pas, Bank Danamon akan melakukan akuisisi terhadap bank atau perusahaan pembiayaan lain. Rencananya, dana hasil emisi obligasi yang sempat ditunda ini tetap akan digunakan untuk investasi seperti ekspansi kredit. "Kita komitmen melayani nasabah yang terkecil sampai yang terbesar," ujar dia.Apalagi, kata Paredes, saat ini ada 80 persen pangsa pasar kecil dan menengah yang belum tergarap oleh perbankan dimana Bank Danamon sudah mulai memasukinya melalui Danamon Simpan Pinjam.Bank NiagaSedangkan Dirut Bank Niaga Peter B Stok mengatakan, perseroan akan memutuskan kelanjutan penerbitan obligasi subordinasi senilai US$ 100 juta dalam 1-2 bulan ini. "Dalam 1-2 bulan ini ada kepastian akan dilanjutkan atau tidak," tegas Peter. Selain rencana obligasi subordinasi, perseroan juga akan melakukan right issue pada tahun ini untuk memperbaiki tier I capital. Diharapkan dari right issue ini dana yang dihimpun mencapai Ro 1-1,5 triliun. "Dengan right issue ini, CAR bank Niaga pada akhir tahun mencapai 18 persen," katanya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads