Bank Mandiri Tetap Tagih Utang Kartu Kredit yang Hapus Buku

Bank Mandiri Tetap Tagih Utang Kartu Kredit yang Hapus Buku

- detikFinance
Rabu, 25 Mei 2005 17:39 WIB
Jakarta - Bank Mandiri akan tetap melakukan penagihan utang kartu kredit yang dihapus buku selama tahun 2004 sebesar Rp 212 miliar. Selama tahun 2004, Bank Mandiri telah berhasil menagih utang kartu kredit yang telah dihapus buku itu sebesar Rp 25 miliar.Demikian Direktur Bank Mandiri Omar S Anwar kepada detikcom, Rabu (25/5/2005) saat dikonfirmasi perihal hapus buku kartu kredit Bank Mandiri sebesar Rp 212 miliar.Sebelumnya, anggota Komisi XI DPR RI Dradjad H Wibowo mempertanyakan kebenaran informasi tentang hapus buku kartu kredit di Bank Mandiri selama tahun 2004 yang mencapai sekitar Rp 212 miliar. Lebih jauh Omar menjelaskan perihal keterlibatan GE Capital. Menurut Omar pada tahun 2001, Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan GE Capital untuk penerbitan kartu kreditnya. Pada awalnya, nasabah kartu kredit hanyalah 200 ribu orang. Namun kerjasama itu berakhir pada tahun 2003, dimana akhirnya Bank Mandiri mengambil alih sendiri pengelolaan kartu kredit. "Dengan 6 juta nasabah kita, kalau diambil alih, dikelola sendiri, maka pertumbuhannya lebih cepat," kata Omar.Selama tahun 2004, jumlah utang kartu kredit yang dihapus buku, secara pokok mencapai Rp 140 miliar, atau ditambah bunga sebesar Rp 212 miliar. Penagihan kepada debitur yang bersangkutan, menurut Omar terus dilakukan dimana saat ini Bank Mandiri mengerahkan sekitar 400 kolektornya. Hapus buku itu, kata Omar, dilakukan sesuai ketentuan Bank Indonesia, dimana jika sudah 180 hari, maka utang itu harus dikeluarkan dari buku karena masuk kategori sulit bayar. "Jadi ibaratnya orang sakit, masuk ICU dulu," ujarnya.Omar juga mengaku, NPL kartu kredit Bank Mandiri sangat rendah yakni hanya sekitar 3,5 persen. Bisnis kartu kredit juga dinilai cukup menggiurkan karena telah menyumbang pendapatan Bank Mandiri sebesar Rp 609 miliar selama tahun 2004. Dalam rencana Bank Mandiri, selama 3 tahun ke depan hingga 2007, diperkirakan pendapatan dari kartu kredit Bank Mandiri mencapai Rp 1,2 triliun per tahun. "Jadi dari satu unit bisnis, yakni kartu kredit saja, kita sudah bisa membayar gaji pegawai kita," kata Omar.Ditambahkan, bank-bank nasional di Indonesia saat ini harus bisa merebut pangsa pasar kartu kredit yang masih dikuasai bank asing. Bank Mandiri tercatat saat ini menguasai sekitar 15 persen pangsa pasar kartu kredit atau sekitar 700 ribu. "Ini bisnis yang sangat menguntungkan," ujar Omar S Anwar. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads