Follow detikFinance
Senin 16 Oct 2017, 14:30 WIB

Pengguna e-Money Keluhkan Isi Ulang Masih Susah

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Pengguna e-Money Keluhkan Isi Ulang Masih Susah Foto: Danang Sugianto-detikFinance
Jakarta - Pemerintah berupaya menggenjot transaksi non tunai di tol hingga ke angka 100% pada tanggal 31 Oktober 2017 nanti. Dua minggu jelang diterapkannya secara penuh pembayaran non tunai di tol, pemberian intensif ke pengguna pun digalakkan agar pemakaian uang elektronik dalam bertransaksi di tol bisa meningkat.

Insentif tersebut diberikan dalam bentuk diskon 100% alias gratis pembelian uang elektronik atau e-money yang selama ini dibebankan sebesar Rp 20.000 kepada konsumen untuk biaya pembuatan kartu perdana uang elektronik.

Hari ini, 1,5 juta kartu pun disebar ke gerbang-gerbang tol yang masih melayani transaksi tunai. Pengguna jalan tol sendiri menyambut baik program diskon ini, terbukti dengan antusiasmenya dalam membeli uang elektronik yang disediakan di gerbang tol itu.

Namun demikian, antusiasme itu juga menyisakan kekhawatiran bagi pengguna tol. Kendala isi ulang yang dirasa masih sulit dilakukan dirasa menjadi hambatan yang cukup mengganggu dalam penggunaan uang elektronik.

Contohnya Nasrudi, salah seorang sopir truk yang sering menggunakan jalan tol dalam pekerjaannya. Selama ini dia harus ke mini market yang menyediakan fasilitas isi ulang uang elektronik yang digunakannya.

Menurut dia, dengan kendaraan besar yang dipakainya sulit untuk harus berhenti dulu ke mini market tersebut. Dia ingin, proses pengisian ulang uang elektronik bisa segampang mengisi ulang pulsa kartu provider handphone.

"Sebenarnya enak pakai kartu lebih cepat, tapi percuma juga kalau isi ulangnya susah. Beli saldonya susah, kita kan mobil gede," katanya kepada detikFinance saat ditemui di GT Cililitan 2, Tol Jagorawi, Jakarta, Senin (16/10/2017).

"Kita kan mobil gede, kalau ke Indomaret dulu, susah belinya. Karena susah kalau mau parkir di Indomaret. Harusnya isi saldonya kayak beli pulsa saja," tambahnya.

Hal yang sama disampaikan oleh pengguna tol lainnya bernama Yuki. Menurut dia, penggunaan uang elektronik masih terkendala dalam infrastruktur isi ulangnya. Selain itu, terkadang proses penempelan kartu di mesin juga tak selamanya lancar.

"Kesulitannya kalau macet aja alatnya. Antrenya jadi panjang. Jadi ya perlu disiapin penjaga buat standby lah," ungkapnya.

Hal ini diamini oleh Safei, pengguna tol lainnya. Dia bilang, proses membaca kartu uang elektronik yang sulit dan adanya kendala dalam isi ulang akan membuat masalah kemacetan di gerbang tol tak selamanya bisa diselesaikan dengan uang elektronik.

"Sebetulnya mudah atau tidak mudah, kalau jalanannya lancar. Kalau dibilang pakai non tunai jadi lancar, enggak juga. Lihat saja kalau pagi, masih padat juga," ucap dia.

Pemerintah sendiri berjanji, kewajiban transaksi non tunai di tol akan difasilitasi juga dengan kemudahan dalam melakukan top up atau isi ulang uang elektronik. Saat ini, isi ulang uang elektronik di gerbang tol sendiri masih terbatas hanya untuk kartu e-money yang diterbitkan oleh Bank Mandiri. (eds/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed