Head of Customer Value Management, Card Products and Proposition of HSBC Indonesia, Dewi Tuegeh, mengatakan hal ini lebih dikarenakan adanya ketentuan Bank Indonesia (BI) yang membatasi kepemilikan jumlah kartu kredit untuk penghasilan tertentu.
"Saya lihat trennya mungkin itu lebih karena ada pembatasan. Kalau dulu sebelum 2013 enggak ada limitasi berapa jumlah kartu kredit yang boleh dipunya konsumen. Setelah dikeluarkan BI, kalau pendapatan di bawah Rp 10 juta cuma boleh punya dua kartu kredit, nah itu agak melambat sih (pertumbuhan jumlahnya)," katanya saat ditemui di The Lounge XXI Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (18/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau lihat dari travel fair kami sih enggak ya (penurunan daya beli). Tetap saja mereka beli-beli. Travel ini jadi salah satu top three spending kami," ungkapnya.
Namun demikian, Dewi mengakui, kartu kredit tak lagi selalu menjadi opsi orang mendapatkan pinjaman. Makin banyaknya produk perbankan turut mempengaruhi permintaan pembuatan kartu kredit yang ada.
"Makin banyak produk perbankan yang jadi opsi masyarakat. Misalnya tabungan kami bisa digunakan untuk ambil pinjaman, kami punya produk itu jauh lebih fleksibel dari pada kartu kredit," pungkasnya. (eds/wdl)











































