Analisa BI Soal Dolar AS yang Bertengger di Rp 13.500

Analisa BI Soal Dolar AS yang Bertengger di Rp 13.500

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 19 Okt 2017 18:03 WIB
Analisa BI Soal Dolar AS yang Bertengger di Rp 13.500
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Nilai tukar rupiah masih berada dalam tren pelemahan sejak beberapa pekan terakhir. Dolar Amerika Serikat (AS) sekarang bertengger di level Rp 13.500.

Dalam rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) disimpulkan bahwa pelemahan nilai tukar dikarenakan faktor eksternal. Khususnya yang berasal dari AS.

Pelemahan ini juga tidak hanya dialami oleh rupiah, namun juga mata uang di banyak negara lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelemahan yang terjadi pada akhir bulan juga dialami oleh hampir seluruh mata uang dunia sebagai dampak dari meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga, normalisasi kebijakan moneter serta rencana reformasi pajak di AS," tulis hasil RDG BI yang dibacakan oleh Asisten Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Dalam catatan BI, rupiah secara rata-rata menguat pada September 2017, meskipun melemah di akhir bulan. Secara rata-rata harian selama bulan September Rupiah cenderung menguat sebesar 0,27% menjadi Rp 13.307 per dolar AS.

"Bank Indonesia akan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar," kata Dody. (mkj/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads