Seperti dikutip dari Reuters, (19/10/2017), posisi tertinggi dolar AS sempat tercatat di Rp 13.526 dan terendah di 13.506.
Menanggapi hal tersebut, Asisten Gubernur BI Dody Budi Waluyo menjelaskan BI akan tetap ada di pasar sepanjang nilai tukar tidak sesuai dengan fundamentalnya dan volatilitasnya tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dody menjelaskan, saat ini tidak ada perubahan fundamental di perekonomian Indonesia yang membuat nilai tukar rupiah terdepresiasi. "Jadi kalau rupiah terdepresiasi itu karena faktor global," imbuh dia.
Pelemahan yang terjadi pada akhir bulan juga dialami oleh hampir seluruh mata uang dunia sebagai dampak dari meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga, normalisasi kebijakan moneter serta rencana reformasi pajak di AS.
Bank Indonesia akan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar.
(mkj/mkj)











































