Follow detikFinance
Selasa 24 Oct 2017, 13:06 WIB

Melacak Alamat Kantor Investasi Bodong yang Ternyata Palsu

Danang Sugianto - detikFinance
Melacak Alamat Kantor Investasi Bodong yang Ternyata Palsu Foto: Ari Saputra
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengumumkan pemberhentian penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin yang dilakukan 14 entitas.

Berdasarkan data alamat yang diperoleh dari Satgas Waspada Investasi, detikFinance menelusuri keberadaan kantor para pelaku investasi bodong tersebut.

Kebetulan dari 14 entitas ada 1 yakni PT Mandiri Financial/investasisahammandiri.blogspot.co.id yang berkantor di Jakarta. Sisanya berada di luar Ibu Kota, bahkan ada yang alamat kantornya di luar negeri.


Ada 2 alamat kantor PT Mandiri Financial yang diumumkan oleh Satgas Waspada Investasi, pertama di Jalan Letjen Suprapto No. 57, Cempaka Putih. Namun ketika ditelusuri alamat itu sulit untuk ditemukan.

Agaknya pemilik perusahaan investasi itu sengaja memilih alamat tersebut agar sulit terdeteksi. Sebab, nomor di sepanjang jalan tersebut tidak berurutan atau acak. Belum lagi banyak bangunan yang tak terpakai dan tidak mencantumkan nomor.

detikFinance beberapa kali menelusuri Jalan Letjen Suprapto namun tidak menemukan nomor 57. Beberapa masyarakat sekitar yang ditemui juga mengaku tidak mengetahui alamat tersebut.

"Di sini nomornya acak, susah kalau enggak tahu patokannya. Kalau Mandiri Financial kurang tahu," kata salah satu warga kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (24/10/2017).


Lalu alamat kedua berada di Jalan Gatot Subroto Kav 36-36. Alamat ternyata merupakan lokasi Plaza Mandri yang menjadi kantor pusat PT Bank Mandiri Tbk. Sementara bank BUMN tersebut tidak memiliki entitas atau anak usaha maupun lini bisnis bernama PT Mandiri Financial.

Menurut laporan Satgas Waspada Investasi, memang salah satu modus dari entitas ini menggunakan alamat palsu. Entitas yang menawarkan program investasi saham ini juga modusnya menawarkan investasi dengan imbal hasil fantastis, mulai dari 10%-500% per bulan.

Mandiri Financial juga mencantumkan logo OJK tanpa izin sehingga seolah-olah di bawah epngawasan OJK. Investasi bodong ini juga mencantumkan logi instansi BKPM sebagai sponsorship.

(hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed