Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, menjelaskan kenaikan laba terjadi karena meningkatnya penyaluran kredit dan biaya dana yang menurun.
"Laba naik karena kredit tumbuh, cost turun," kata Kartika dalam paparan kinerja di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (24/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total aset Bank Mandiri tercatat Rp 1.078 triliun tumbuh 10,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 975 miliar. Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp 761,4 miliar tumbuh 10,3% dibandingkan periode September 2016 Rp 690,5 miliar.
Tiko memaparkan jumlah dana tabungan di Bank Mandiri tercatat Rp 307,7 miliar tumbuh 12,2% dibanding September 2016 Rp 274,2 miliar. Lalu giro tercatat Rp 184,8 miliar tumbuh 13,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 163,05 miliar.
"Total dana murah di Bank Mandiri Rp 492,5 miliar tumbuh 12,6% dibandingkan September tahun lalu Rp 437,2 miliar," ujarnya.
Rasio kredit bermasalah atau loan performing loan (NPL) secara kotor tercatat 3,75% atau turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 3,81%. Kemudian untuk NPL bersih 1,04% lebih rendah dibanding September tahun sebelumnya 1,27%.
Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tercatat 21,98% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 22,63%. (wdl/wdl)











































