Follow detikFinance
Selasa 24 Oct 2017, 17:37 WIB

Pemerintah Mau Bikin Korporasi Petani, Apa Itu?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Pemerintah Mau Bikin Korporasi Petani, Apa Itu? Foto: Sawah di Semanget, Entikong (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Pemerintah berencana membentuk korporasi petani untuk memperkuat kelembagaan kelompok petani. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keuntungan petani.

Korporasi petani merupakan kesatuan petani yang memiliki produk unggulan sejenis yang nantinya dikumpulkan dalam jumlah besar dan dikirim ke daerah lain.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo mengungkapkan koperasi petani merupakan kerja sama lintas kementerian, yaitu Kementerian Desa PDTT, Kementerian Pertanian, dan Kementerian BUMN.

"Iti kerja sama Kemendes, Kementerian Pertanian dan Kementerian BUMN. Tapi semua desa dengan model itu pada dasarnya bisa melakukan hal yang sama," kata Eko di Komplek Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).

Dalam hal ini, pemerintah memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, serta traktor untuk meningkatkan produktivitas. Infrastruktur jalan dan jembatan juga ikut ditingkatkan sehingga proses distribusi bisa berjalan lancar.

"Untuk ajak masyarakat mau ikut, pemerintah kasih insentif bibit, pupuk, traktor, jembatan, jalan untuk bantu program itu," kata Eko.

Dengan demikian, petani mendapatkan kepastian penjualan produknya pasca panen. Produk unggulan yang sudah dipanen dikumpulkan di sebuah koperasi yang menghimpun banyak petani dan dikirim ke daerah lain yang membutuhkan.

Eko menambahkan, produk yang dipanen petani nantinya dibeli langsung oleh Perum Bulog. Sehingga hasil dari penjualan bisa digunakan lagi untuk produk lainnya.

"Ada kerja sama Bumdes dibantu Kementerian BUMN. Bulog off taker akhirnya karena ada jaminan off taker akhir dari Bulog skala produksi cukup, bank bisa kasih kredit ke daerah untuk hal-hal semacam itu," ujar Eko.

Eko mengatakan sedikitnya ada 10 daerah yang dijadikan proyek percontohan. Beberapa produknya antara lain jagung hingga kelapa.

"Sepuluh daerah persisnya enggak inget. Di Karawang, di Pandeglang, di Sukabumi ada beberapa. Lampung Timur ada udang, ada jagung, ada singkong. Pandeglang ada jagung kerapu, kelapa. Minahasa Utara jagung, kelapa," tutur Eko. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed