Follow detikFinance
Selasa 24 Oct 2017, 20:53 WIB

Ini Kata Bos Mandiri Soal Pelemahan Daya Beli

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ini Kata Bos Mandiri Soal Pelemahan Daya Beli Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Pelemahan daya beli masyarakat dinilai terjadi karena perlambatan ekonomi. Hal ini juga berdampak pada permintaan kredit sektor tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan untuk perlambatan permintaan terjadi pada kredit pemilikan rumah (KPR), tapi untuk kredit kendaraan malah meningkat.

"Jadi sebenarnya walaupun ada isu perlambatan ekonomi, ataupun pelemahan daya beli masyarakat sebenarnya yang big item seperti mobil dan motor sudah membaik," kata Tiko dalam konferensi pers paparan kinerja di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Dia menjelaskan tahun ini pertumbuhan penjualan mobil sudah positif. Namun masih memiliki peluang untuk kredit perumahan agar bisa tumbuh.

"Jadi kita melihat masyarakat dari sisi ritel memang agak menurun, namun prospek mobil dan rumah masih cerah. Kita masih optimis bahwa tahun depan masyarakat berani mengambil kredit maka ekspektasi tahun depan bisa lebih baik," ujarnya.

Mengutip data Gaikindo penjualan sepeda motor hingga Juli 2017 tercatat 3,2 juta unit. Pada akhir 2016 penjualan sepeda motor tercatat 5,93 juta unit. Sedangkan untuk penjualan mobil hingga Juli 2017 618,8 ribu unit. Akhir 2016 tercatat 1,06 juta unit.

Tiko menjelaskan pelemahan daya beli malah berpengaruh pada kompetisi toko-toko ritel. Menurut dia toko ritel memang terlalu banyak dan over ekspansi.

"Kompetisinya ketat, yang buka gerai banyak. Tapi kalau dari sisi demand atas barang besar masih banyak dan barang kecil menurun, saya rasa permintaan akan lebih baik tahun depan," imbuh dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed