Banyak Ritel Tutup, Apa Dampaknya ke Kredit Macet di Perbankan?

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 31 Okt 2017 19:40 WIB
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Lesunya sektor ritel belum terasa ke perbankan. Kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) perbankan secara keseluruhan dari sektor ritel masih tercatat sangat rendah.

Demikianlah diungkapkan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (31/10/2017).

"Kalau kita melihat pertumbuhannya, kita punya angka pertumbuhannya, kredit ritelnya meningkat, NPL paling kecil, kalau kita lihat pertumbuhannya kredit ritelnya salah satu bank BUMN lebih besar dari kredit korporatenya itu 7,6%. Salah satu bank yg memang spesialis di ritel cukup tinggi, dan juga NPL-nya cukup rendah," kata Wimboh.


OJK melihat kredit perbankan saat ini masih dalam kondisi terjaga. Pada catatannya, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,93%, sementara NPL di Agustus 2017 di posisi 3,05%.

"Jadi sebenarnya untuk aktivitas ritel ini kok tidak tergantung dari pertumbuhan kreditnya, ini kemungkinan sebenarnya transaksi itu ada namun outletnya berbeda. Mungkin itu," pungkasnya. (mkj/dna)