Terimbas Bom Tentena, Rupiah Melemah
Senin, 30 Mei 2005 09:49 WIB
Jakarta - Terjadinya ledakan bom di Tentena, Poso, Sabtu (28/5/2005) lalu berimbas negatif ke pasar uang. Rupiah dalam perdagangan awal pekan, Senin (30/5/2005) diprediksikan melemah meski terbatas."Kalau melihat arah pergerakan, Rupiah pada perdagangan hari ini akan melemah tipis, karena terimbas sentimen pengeboman yang terjadi di Tentena," kata analis valuta asing Bank BNI Stevanus Daryono kepada detikcom di Jakarta.Menurutnya, saat pembukaan Rupiah terpantau di kisaran Rp 9.490 per US$ 1. Beberapa saat kemudian, Rupiah sudah mulai melemah ke posisi Rp 9.495 per US$ 1. "Tapi, saya yakin pelemahan Rupiah tidak akan terlalu besar, karena bank sentral pasti akan mengamankan Rupiah agar tidak terlalu jauh jatuhnya ke atas Rp 9.500 per US$ 1," ujarnya.Pelaku pasar, lanjut Stevanus Daryono, juga masih melakukan aksi wait and see menyusul akan diumumkannya tingkat inflasi bulan Mei oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Juni mendatang."Meski masih ada tekanan, Rupiah tidak akan jatuh, karena ada informasi kebutuhan impor bahan bakar minyak (BBM) Pertamina bulan ini turun 25 persen. Jadi, ini memperingan tekanan terhadap Rupiah," ujarnya.Untuk hari ini, Rupiah akan bermain di kisaran Rp 9.480-Rp 9.520 per US$ 1.
(san/)











































