Menanggapi hal tersebut, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan hal tersebut sejalan dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah dan BI 4 plus minus 1%.
"Inflasi kemarin kami sambut baik berada di 0,01%, bulan lalu inflasi masih di 0,13% secara year on year masih 3,72%," kata Agus dalam acara Seminar Internasional Central Bank's Role in the Macroprudential Policy, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (2/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, ada sumber inflasi antara lain makanan, minuman, rokok, cabai dan beras yang masih memberi tekanan. "Tapi juga terjadi pada bawang merah," jelas dia.
Kemudian, Agus menambahkan dengan rendahnya angka inflasi tak lepas dari peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam berkoordinasi dengan tim pengendali inflasi daerah.
"Kami mengarah inflasi 2018 di kisaran 3,5 plus minus 1% di bawah 4% pada 2017. Kalau dibandingkan bulan lalu bisa lebih baik dan berharap bisa dipertahankan," tambah dia.
Dari 82 kota indeks harga konsumen (IHK), ada 44 kota yang inflasi dan 38 kota deflasi. Tertinggi inflasi terjadi di Tual 1,05%, deflasi tinggi di Palu 1,31%. Dibandingkan bulan sebelumnya 0,13%, kalau periode yang sama di tahun sebelumnya 0,14%, dengan inflasi Oktober 2015 terjadi deflasi 0,08%. (mkj/mkj)











































