Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan, investasi bodong tersebut paling banyak melakukan money game atau permainan uang.
"Beberapa entitas yang akan kami panggil diantaranya diduga melakukan kegiatan money game. Kami masih terus analisa dan teliti," kata Tongam kepada detikFinance, Selasa (7/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia banyaknya masyarakat yang tergiur investasi bodong karena masih banyak yang belum paham konsep investasi. Saat ini juga praktik masih banyak di lingkungan masyarakat.
"Banyak masyarakat yang tidak paham apa itu investasi, jadi ketika ada tawaran dan imbal hasilnya besar tanpa pikir panjang mereka langsung ikut," ujar Tongam.
Selain itu Tongam juga menjelaskan ramainya praktik investasi bodong di Indonesia terjadi karena banyaknya masyarakat ingin cepat kaya.
"Mau kaya dan dapatkan untung yang cepat tapi tidak memikirkan risiko," kata dia.
Dia menjelaskan, banyak masyarakat yang tergiur dengan penawaran investasi bodong ini. Misalnya, perusahaan menawarkan imbal hasil investasi sampai 10% per bulan.
"Inikan penawarannya tidak masuk akal, mereka ditawarkan bunga 10% sebulan tanpa risiko. Investasi itu makin tinggi return makin tinggi risikonya," ujar dia.
Dia mencontohkan saat ini tingkat bunga deposito saja paling tinggi 6% jadi penawaran 10% hingga lebih dinilai tidak masuk akal. (mkj/mkj)











































