BI-Pemerintah Mesti Atasi Risiko Pembentukan Bank Jangkar

BI-Pemerintah Mesti Atasi Risiko Pembentukan Bank Jangkar

- detikFinance
Selasa, 31 Mei 2005 11:44 WIB
Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) diminta melakukan segala daya upaya untuk mengurangi risiko negatif pembentukan bank jangkar, terutama risiko dalam jangka pendek. Meskipun diakui, pembentukan bank jangkar akan membantu penyehatan perbankan nasional.Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi XI DPR RI Paskah Suzetta dalam diskusi Bankers Forum yang bertema "Bank Jangkar Sebagai Model dalam Percepatan Konsolidasi Perbankan Nasional", di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (31/5/2005)."Risiko pertama yang harus segera diantisipasi adalah risiko yang timbul selama proses integrasi antara bank jangkar dengan bank yang diakusisi, serta proses integrasi bank-bank yang merger membentuk bank jangkar," kata Paskah Suzetta.Risiko ini, lanjutnya, semakin besar bila proses merger didominasi oleh paksaan regulator. Contoh proses integrasi yang berhasil adalah mergernya beberapa bank menjadi Bank Permata. Risiko kedua, katanya, kurang memadainya proses uji tuntas (due diligence) yang dilakukan antara bank jangkar dengan bank yang akan diakuisisi atau antara bank-bank yang akan membentuk bank jangkar.Risiko ketiga, adalah apakah bank jangkar tersebut merupakan bagian dari kelompok perusahaan yang fokus pada keuangan dan kelompok yang mencari related business.Risiko keempat, risiko yang dihadapi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia. Sebab, dengan terbentuknya bank jangkar maka konsekuensi logisnya adalah besarnya ukuran bank-bank tersebut, sehingga bila terjadi masalah maka LPS dan BI dapat terjebak dalam perangkap apakah harus menyelamatkan bank tersebut karena pengaruh sistemiknya atau hanya menyelamatkan simpanan penabung saja."Kondisi ini disebut to big to be failed yang pernah dialami Federal Deposit Insurance Company di AS," ujarnya.Dalam pandangan Paskah, semua risiko tadi dapat diminimalisasi dengan membagi proses pembentukan bank jangkar menjadi beberapa tahap. "Pemilihan menjadi beberapa tahap memberikan waktu kepada semua pihak untuk learning by doing," imbuhnya. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads