Ketua dewan komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan hal ini karena kondisi ekonomi diproyeksikan bisa lebih baik pada 2018.
"Tahun depan indikator ekonominya bisa lebih baik, proyeksi IMF dan Bank Dunia untuk negara-negara maju dan berkembang akan meningkat," kata Wimboh di Gedung OJK, Jumat (10/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhir tahun ini tekanannya sudah hampir mereda, China yang mulai meningkat, kami harapkan pertumbuhannya lebih baik tahun depan," kata dia.
Menurut dia, dengan membaiknya kondisi ekonomi China maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi negara lainnya termasuk Indonesia.
"Mereka pasti akan membutuhkan barang dari Indonesia, ini akan positif bagi kita. Ini pula yang akan mendorong pertumbuhan bisa lebih baik pada 2018," jelas dia.
Dia menjelaskan kondisi ekonomi dalam negeri sudah cukup baik. Likuiditas cukup ketat, permodalan perbankan kuat 23% cenderung meningkat setiap tahunnya. Kemudian pasar modal juga mengalami peningkatan yang signifikan.
Kemudian kondisi politik dalam negeri juga diproyeksikan bisa memberikan kontribusi positif.
"Nantinya, Pilkada juga diharapkan bisa memberikan masyarakat kesempatan untuk berusaha. Misalnya usaha cetak kaos, sehingga spending lebih banyak. Ini yang harus dimanfaatkan, mudah mudahan pilkada tidak ada masalah," jelas dia. (ang/ang)











































