Ikuti Trend Global
Rupiah Melemah ke Rp 9.530
Rabu, 01 Jun 2005 09:46 WIB
Jakarta - Penguatan dolar AS di pasar regional dan global dalam dua hari terakhir berimbas buruk ke pasar domestik, sehingga rupiah pada perdagangan Rabu (1/6/2005) melemah ke posisi Rp 9.530 per US$ 1."Tampaknya pasar cenderung merespons melemahnya yen dan euro di pasar regional dan global, sehingga rupiah juga dibawa melemah," kata Analis valuta asing Bank BNI Hindria Listyadi kepada detikcom di Jakarta.Saat pembukaan rupiah terpantau di kisaran Rp 9.510 per US$ 1 dan beberapa saat kemudian sudah melemah hingga ke posisi Rp 9.530-Rp 9.535 per US$ 1, sedangkan kemarin ditutup di Rp 9.508 per US$ 1.Menurut Hindria, sebenarnya dari sisi permintaan dolar AS tidak terlalu besar. Namun karena hampir semua pelaku melakukan aksi beli membuat ketidakseimbangan antara suplai dan demand. "Tidak besarnya transaksi ini karena pelaku pasar masih menunggu data inflasi dan juga surplus neraca perdagangan. Jika angkanya bagus, maka akan berdampak positif ke rupiah," tandasnya.Bank Indonesia, kata Hindria, dalam dua hari terakhir mengendorkan intervensinya ke pasar. Hal itu disebabkan Bank Indonesia akan mengontrol rupiah melalui kebijakan moneter yang cenderung ketat yakni melalui lelang suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI)."Hari ini kan ada lelang SBI. Kelihatannya Bank Indonesia akan berusaha menyerap kelebihan likuiditas dengan volume yang besar, sehingga ada potensi kenaikan suku bunga SBI," ujarnya.Untuk hari ini rupiah diprediksikan akan bermain di kisaran Rp 9.500-Rp 9.545 per US$ 1.
(san/)











































