Follow detikFinance
Senin 13 Nov 2017, 18:02 WIB

Saran Kemenkeu ke BPJS Kesehatan Agar Tak Melulu Defisit

- detikFinance
Saran Kemenkeu ke BPJS Kesehatan Agar Tak Melulu Defisit Foto: Dok. detikcom
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan meminta kepada jajaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk lebih bekerja keras untuk menutupi defisit anggaran yang terjadi sekarang ini.

Defisit anggaran BPJS Kesehatan ditaksir mencapai Rp 9 Triliun pada 2017. Kementerian Keuangan selaku pengelola anggaran juga telah mewacanakan menutup defisit tersebut dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT) sekitar Rp 5 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, kerja keras yang harus dilakukan BPJS Kesehatan adalah mendorong para pesertanya rajin membayarkan iuran dengan rutin. Pasalnya, bantuan pemerintah dalam menutup defisit anggaran belum diputuskan.

"Itu masih didiskusikan kalau enggak salah," kata Suahasil di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Pada saat pertemuan dengan manajemen BPJS Kesehatan, dia menyebutkan bahwa defisit anggaran ini terjadi pada perusahaan asuransi yang baru beberapa tahun beroperasi. Masalah tersebut menjadi suatu tantangan, bagaimana ke depannya menjadi lebih siap menjalankan bisnis dengan konsep yang lebih baik.

"Dia menghadapi segala macam tantangan, tantangan membership, tantangan klaim, dan klaim itu enggak sama rata dengan seluruh jenis member," jelas dia.

"Yang untuk member PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang dibiayai negara, karakteristiknya beda dengan yang bayar sendiri, yang didaftarkan oleh pemda, jenis yang co-sharing dengan pengusaha atau pemberi kerja," sambungnya.

Menurut dia, sistem bisnis harus segera disiapkan agar kinerja keuangan BPJS Kesehatan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

"Sehingga masalah yang dihadapi BPJS ini adalah masalah transisi untuk menuju skema yang sustainable itu. Kami bilang berarti you harus kerja lebih keras lagi memperhatikan member baru, mengumpulkan. Jadi kan ada ngambil member baru, ada ngumpulkan revenue dari yang udah jadi member," kata Suahasil.

Sedangkan untuk member yang lama, Suhasil memastikan bahwa manajemen BPJS Kesehatan harus tetap memastikan pembayaran iurannya.

"Yang sudah jadi member ini perlu tetap dijaga supaya tetap iuran, jangan sampai dia enggak iuran terus sakit, baru lunasin. Setelah dilunasin, dicover, lalu iurannya mesti tepat waktu terus. Jadi you lakukan pager-pagernya sehingga dia sustainable, sehingga enggak sekedar, defisit minta duit dong," tutupnya. (Hendra Kusuma/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed