Demikian analisa dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM UI) yang dikutip detikFinance, Kamis (16/11/2017).
Dalam analisa tersebut dituliskan, inflasi Oktober 0,01% (mtm) dan 3,58% (yoy) lebih rendah dari ekspektasi BI. Ini juga sekaligus menandakan masih lemahnya perekonomian Indonesia, terpengaruh perlambatan konsumsi rumah tangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewan Gubernur BI tidak dalam posisi yang cukup tenang dalam memutuskan suku bunga acuan. Penurunan suku bunga acuan perlu bila yang dituju adalah dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam 18 bulan terakhir sudah ada pemangkasan 125 basis poin.
Tapi hal itu akan memukul nilai tukar rupiah. Meskipun cadangan devisa cukup besar agar rupiah tetap stabil.
"Kebutuhan BI untuk menjaga Rupiah dalam beberapa bulan ke depan tampaknya masih akan bertentangan dengan kebutuhannya dalam mendorong perekonomian riil domestik," tulis dalam analisa tersebut. (mkj/ang)











































