Follow detikFinance
Jumat 17 Nov 2017, 13:38 WIB

Data BI: Uang Palsu Paling Banyak Ditemukan di Pulau Jawa

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Data BI: Uang Palsu Paling Banyak Ditemukan di Pulau Jawa Foto: Imam Wahyudiyanta
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan temuan uang palsu di wilayah Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan temuan uang palsu saat ini terus berkurang. Dari data yang dihimpun detikFinance, jumlah temuan uang palsu per September 2017 tercatat 6 lembar per 1 juta bilyet.

"Selama 3 tahun terakhir pemalsuan uang terus mengalami penurunan. 3 tahun lalu pemalsuan mencapai 23 lembar per satu juta bilyet uang, tahun lalu 13 lembar pel satu juta bilyet uang," kata Agus di Gedung BI, Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Berdasarkan data, jumlah temuan uang palsu secara nasional tercatat 13.793 lembar. Pulau Jawa tercatat sebagai wilayah yang temuan uang palsunya tinggi, yakni 7.500 lembar.

Dengan rincian wilayah Jawa Barat ditemukan uang palsu 1.667 lembar Cirebon 463 lembar, Tasikmalaya 298 lembar, Jawa Tengah 687 lembar, Yogyakarta 474 lembar, Solo 404 lembar, Purwokerto 327 lembar, Tegal 535 lembar, Jawa Timur 1.391 lembar, Jember 504 lembar, Kediri 352 lembar dan Malang 398 lembar.

Jakarta menempati posisi kedua penemuan uang palsu yakni 3.845 lembar. Lalu Sumatera menempati posisi ketiga 894 lembar. Kemudian Bali dan Nusa Tenggara menduduki posisi keempat 660 lembar. Lalu Kalimantan menempati posisi kelima 448 lembar terakhir Sulawesi Maluku dan Papua 446 lembar.

"Terakhir sudah berada di bawah 10 lembar per satu juta bilyet uang, kami harap bisa terus turun. Tapi dibutuhkan kerja sama karena pelaku tidak berhenti berinovasi dengan ide jahat untuk pengedaran uang palsu," ujarnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed